BOURNE 2016

BOURNE 2016

Film Bourne ini adalah salah satu skuel dari film Jason Bourne yang di perankan oleh aktor terkenal Matt Damon dengan aksi-aksi nya yang mencengangkan. Kembalinya Matt Damon ke franchise film Bourne tentunya memikat kembali hati para penggemar yang pastinya penasaran bagaimana kisah lanjutan dari si agen bernama Jason Bourne ini. Apalagi, film sebelumnya “Bourne: Legacy” yang diperankan oleh Jeremy Renner tidak begitu mendulang sukses seperti tiga film, sebelumnya.

Bukan karena akting sang aktor buruk, tapi cerita dan karakter bourne sendiri sepertinya sudah melekat pada aktor Matt Damon. Dan begitu diumumkan bahwa sekuel berikutnya ‘Jason Bourne’ akan kembali diperankan olehnya, seluruh dunia juga sudah heboh menantikan kehadiran film barunya ini.

Plot yang dihadirkan mungkin tidak jauh-jauh dari konflik di film sebelumnya, dimana Bourne terus mencari identitas dirinya yang telah dicuci otak dan direkrut sebagai anggota CIA. Setelah pelariannya, Bourne mengasingkan diri di berbagai tempat, tapi kemudian seorang hacker bernama Nicky Parsons membantunya mencari tahu tentang asal-usul identitas Jason Bourne.

Kemudian membawanya kembali pada sejarah Treadstone dan kematian sang ayah. Tak hanya ingin mengetahui jati dirinya, Bourne juga berniat untuk balas dendam pada organisasi CIA yang membuat kehidupannya hancur.

Ketegangan sudah terasa sejak awal film. Bahkan adegan laga ‘pemanasan’ juga sudah dibuka oleh Matt Damon lewat pertarungan jalanan di kehidupannya yang menjadi liar. Akting Matt Damon sebagai Jason Bourne tetap terlihat dingin sebagai karakter pembunuh yang mematikan. Selain Matt Damon, ada pula karakter baru yang cukup memukau yaitu Alicia Vikander sebagai Heather Lee, yang merupakan anggota baru CIA.

Cerita yang dihadirkan di Jason Bourne begitu mudah dipahami. Meskipun dengan durasi yang cukup panjang yaitu selama dua jam, namun film ini tidak membosankan. Dialog antar pemain sangat rapih dan cepat, tidak banyak bahasa-bahasa retorika yang biasanya hanya membuat penonton jenuh.

Selang beberapa dialog, dengan cepat scene langsung beralih ke adegan action. Bahkan jika anda tak pernah menyaksikan empat film Jason Bourne sebelumnya, anda tetap dapat mengerti alur cerita yang dihadirkan dalam film ini. Semua terasa tingkas, padat dan sangat jelas.

Untuk set lokasi, perlu diacungi jempol bagaimana tim produksi berhasil melakukan setting tempat dengan lokasi berbagai loksai. Mulai dari Yunani, Berlin hingga Las Vegas. Kekacauan yang diperlihatkan tampak begitu natural, dan di tengah kekacauan tersebut, Bourne justru asik berkejaran para musuh yang mengincarnya.

Adegan action yang dihadirkan tak cuma baku tembak, tapi juga kejar mengejar dengan beragam taktik, hingga adu fisik dengan koreo yang cukup rapih terlihat. Menariknya pula tak ada adegan-adegan vulgar seperti yang banyak ditampilkan pada film modern saat ini. Jason Bourne benar-benar hanya penuh dengan drama dan laga.

Author: jordan smith

Jordan memulai hasratnya untuk menulis sebagai penggemar olahraga. Anda akan melihatnya meliput beberapa liga bola basket selalu mencari cerita yang bagus untuk diceritakan. Dari waktu ke waktu, ia juga membenamkan diri dalam penulisan untuk olahraga lain seperti MMA dan Sepak Bola.